Balita Warga Purutrejo Dilaporkan Hilang, Diduga Terhanyut Sungai Gembong


PASURUAN KOTA – Unit Reskrim Polsek Purworejo, Polres Pasuruan Kota, menerima laporan kehilangan seorang balita warga Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, pada Sabtu (3/1/2026) sore. Laporan tersebut berasal dari informasi masyarakat terkait hilangnya seorang anak berusia 1 tahun 6 bulan.

Kapolsek Purworejo Polres Pasuruan Kota, Kompol Muljono, S.H., M.H., membenarkan adanya laporan tersebut. Peristiwa dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di wilayah Manuhara RT 02/RW 03, Kelurahan Purutrejo.

Balita yang dilaporkan hilang diketahui bernama Barra Zavian Mavendra, berjenis kelamin laki-laki, lahir pada 19 Juli 2024. Sementara itu, ibu dari balita tersebut adalah Farha Wildatul Warha (17), warga Jalan RW Mongindisi RT 07/RW 02, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Berdasarkan keterangan ibu korban kepada petugas, kejadian bermula saat dirinya hendak mengambilkan makanan untuk anaknya. Saat itu, balita ditinggal sebentar di dalam rumah. Namun, ketika sang ibu kembali, balita tersebut sudah tidak berada di tempat semula.

“Ibu korban kemudian melakukan pencarian di sekitar rumah. Saat dicek, pintu depan rumah dalam kondisi terbuka,” ujar Kompol Muljono.
Dari hasil pengecekan awal di lokasi, petugas menduga balita tersebut kemungkinan terhanyut di aliran Sungai Gembong. Jarak antara rumah korban dengan bibir sungai diperkirakan sekitar 100 meter. Hingga saat ini, belum ada saksi yang melihat secara langsung kejadian balita tersebut jatuh atau terhanyut ke sungai.

Dalam penanganan kasus ini, Polsek Purworejo telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya menerima laporan resmi, melakukan upaya pencarian terhadap balita yang hilang, memeriksa keterangan ibu korban serta warga sekitar, dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Polsek Purworejo telah berkoordinasi dengan Polairud dan BPBD untuk melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar aliran Sungai Gembong,” tambah Kapolsek.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan oleh petugas gabungan bersama masyarakat setempat. Polisi mengimbau warga yang berada di sekitar aliran sungai untuk turut membantu dengan memberikan informasi apabila mengetahui atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama