Video Asusila Berseragam Sekolah Viral di Pasuruan, Polisi Pastikan Pemeran Diduga Alumni


PASURUAN — Jagat media sosial di Kota Pasuruan kembali dihebohkan dengan beredarnya video bermuatan asusila yang menampilkan dua orang muda-mudi di dalam ruang kelas. Dalam video tersebut, keduanya tampak mengenakan seragam yang memiliki atribut sekolah di wilayah Kota Pasuruan.

Beredarnya rekaman tersebut mendapat perhatian dari berbagai pihak, terutama karena lokasi dan atribut yang terlihat dalam video diduga berkaitan dengan lingkungan sekolah.

Kapolsek Bugul Kidul, Hudi, memberikan penjelasan terkait informasi yang beredar tersebut. Ia menyampaikan bahwa dua orang yang diduga berada dalam video bukan lagi siswa aktif, melainkan alumni sekolah.

Hudi menyebut keduanya telah berstatus sebagai alumni sejak sekitar tiga tahun lalu. Pihak kepolisian kemudian melakukan komunikasi dengan pihak sekolah untuk menyikapi persoalan tersebut.

“Memang benar, oknum laki-laki dan perempuan tersebut merupakan alumni, sekitar tiga tahun yang lalu,” kata Hudi saat memberikan keterangan di Balai Warta Polres Pasuruan, Jumat (18/9/2026).

Menurut Hudi, koordinasi dengan pihak sekolah menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk menyikapi munculnya persoalan tersebut. Kepolisian bersama pihak sekolah berupaya agar kejadian semacam ini tidak menjadi contoh buruk bagi para pelajar.

Ia menekankan pentingnya perhatian bersama terhadap perkembangan generasi muda, termasuk dalam menghadapi penggunaan teknologi dan media sosial yang semakin mudah diakses.

Sekolah Ambil Langkah Pembinaan

Terpisah, Humas SMKN Pasuruan, Tri Gunanto, mengatakan sekolah juga tidak tinggal diam setelah mengetahui adanya video yang beredar di media sosial.

Pihak sekolah mengambil sejumlah langkah internal, salah satunya memberikan pembinaan kepada para siswa. Edukasi tersebut diarahkan pada pentingnya menjaga perilaku serta menggunakan telepon seluler dan perangkat digital secara bertanggung jawab.

“Kami melakukan beberapa langkah terkait isu video yang beredar. Anak-anak kami berikan pembinaan dan motivasi agar lebih bijak menggunakan gadget atau handphone,” ujar Tri Gunanto.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan pemahaman siswa mengenai dampak penggunaan media digital. Sekolah juga berupaya mengingatkan para pelajar agar tidak sembarangan membuat, menyimpan, maupun membagikan konten yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Jangan Ikut Sebarkan Video

Di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial, masyarakat diimbau tidak ikut mengunggah atau menyebarluaskan kembali video tersebut.

Selain berpotensi memperluas dampak terhadap orang yang berada dalam video, penyebaran ulang konten bermuatan kesusilaan juga dapat menimbulkan persoalan hukum apabila memenuhi unsur pidana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri ataupun menyebarkan identitas pribadi pihak-pihak yang diduga terlibat.

Penanganan persoalan tersebut diharapkan tetap mengedepankan fakta, perlindungan terhadap pihak yang terlibat, serta pembinaan bagi generasi muda agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Polisi dan pihak sekolah pun mengingatkan pentingnya peran orang tua, sekolah, serta lingkungan masyarakat dalam mengawasi penggunaan teknologi dan media sosial oleh anak-anak dan remaja.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama