Dalam perjalanan panjang sejarah militer Indonesia, nama Jenderal TNI (Purn.) George Toisutta adalah salah satu yang berdiri tegak sebagai simbol ketegasan, kedisiplinan, dan pengabdian tanpa batas kepada tanah air. Lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 1 Juni 1953, ia tumbuh dalam keluarga pejuang. Ayahnya, Letkol Inf. Cristianto H. Toisutta, merupakan mantan Dandim Bolaang Mongondow, sementara ibunya, Sitti Hasna Daeng Tekne, adalah perempuan kuat berdarah Makassar dari Galesong, Takalar sosok yang ikut membentuk karakter keras namun bijaksana dalam diri George.
Perjalanan militernya dimulai saat ia menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, dan lulus pada tahun 1976. Dari sanalah langkahnya sebagai prajurit infanteri dimulai, menapaki jenjang demi jenjang hingga mencapai puncak karier.
Karier Militer Gemilang
Jenderal George Toisutta dikenal sebagai pemimpin lapangan yang berani dan tak segan berada di garis depan. Ia terlibat dalam sejumlah operasi penting, termasuk penugasan dalam konflik Aceh, yang menuntut strategi, ketangguhan mental, dan kecerdasan taktis.
Karier strategisnya mencatat jejak gemilang:
Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad (2004–2005)
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih (2005–2006)
Panglima Kodam III/Siliwangi (2006–2007)
Panglima Kostrad ke-31 (13 November 2007 – 17 Februari 2009)
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-26 dari 29 November 2009 hingga 30 Juni 2011, di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Sebagai KSAD, ia dikenal memperkuat disiplin pasukan, memodernisasi struktur latihan, dan bersuara keras mengenai integritas prajurit.
Kehidupan Pribadi
Di balik sosoknya yang tegas, George Toisutta adalah kepala keluarga penyayang. Ia menikah dengan Hj. Noeralam, dan dikaruniai tiga orang anak keluarga yang selalu menjadi sumber kekuatan dan ketenangannya.
Akhir Perjuangan Sang Patriot
Pada Rabu, 12 Juni 2019 pukul 05.26 WIB, bangsa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. George Toisutta wafat setelah berjuang melawan kanker usus di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Dadi, Makassar, tepat di sisi makam ibundanya kembali ke tanah kelahiran yang sangat ia cintai.
Kepergiannya meninggalkan kesan mendalam: seorang prajurit sejati yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk Merah Putih, dan dikenang sebagai pemimpin yang bersih, keras, namun sangat manusiawi.
#GeorgeToisutta
#JenderalTegas
#KSADIndonesia
#PutraMakassar
#PrajuritNegeri
#PejuangTanpaBatas
#InspirasiMiliter