SITUBONDO, – Jalur Pantura Situbondo yang menghubungkan wilayah timur menuju Surabaya mengalami lumpuh total pada Rabu (21/1/2026).
Kemacetan panjang kendaraan terjadi setelah tanggul di sebelah timur SPBU Kembang Sambi jebol akibat debit air yang meningkat drastis.
Luapan air menutupi badan jalan utama, sehingga kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas sama sekali.
Situasi di lapangan menunjukkan arus air yang sangat deras membawa material lumpur ke aspal jalan.
Para pengendara yang tengah menempuh perjalanan dari arah Situbondo menuju Surabaya terpaksa menghentikan laju kendaraan mereka.
Pihak berwenang mengimbau para sopir dan pengendara motor untuk menepi di tempat aman atau mencari kantong parkir guna menghindari terjebak di titik banjir yang lebih dalam.
Tanggul Kembang Sambi Jebol dan Dampak Luapan
Peristiwa jalur Pantura lumpuh total ini bermula ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Situbondo sejak dini hari.
Kondisi ini menyebabkan tanggul di kawasan Kembang Sambi tidak mampu menahan tekanan air.
Akibatnya, air bah langsung menerjang jalan raya dan memutus akses transportasi logistik maupun penumpang yang biasanya sangat padat di jalur ini.
Tidak hanya di Kembang Sambi, banjir juga meluas hingga ke wilayah Kecamatan Besuki dan Banyuglugur.
Di pusat Kota Besuki, air sungai meluap hingga masuk ke area pemukiman warga dengan arus yang cukup kuat.
Kondisi ini memperparah kemacetan karena jalur alternatif di sekitar Besuki juga tergenang air dengan ketinggian yang membahayakan kendaraan kecil.
Evakuasi Warga dan Penanganan Darurat BPBD
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo bersama relawan kini fokus melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak.
Di beberapa titik pemukiman, air dilaporkan telah mencapai ketinggian dada orang dewasa. Banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan perabotan rumah tangga mereka karena datangnya air yang begitu cepat dan tiba-tiba.
Aparat kepolisian dari Satlantas Polres Situbondo telah terjun ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas yang semrawut.
Petugas berupaya mengarahkan kendaraan besar untuk parkir di lahan-lahan luas agar tidak menumpuk di badan jalan.
Sementara itu, tim SAR gabungan memprioritaskan evakuasi lansia dan anak-anak dari rumah-rumah yang terendam banjir cukup parah ke tempat pengungsian sementara yang lebih tinggi.
Dampak Sosial dan Kerugian Materiil
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun kerugian materiil warga diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Rusaknya tanggul dan terendamnya jalur vital ini mengganggu distribusi barang di sepanjang pantai utara Jawa Timur.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah cepat untuk memperbaiki tanggul yang jebol guna mencegah banjir susulan jika hujan kembali turun.
"Kami meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas di lapangan.
Keselamatan jiwa adalah prioritas utama saat ini di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah kita," ujar salah satu koordinasi lapangan BPBD di lokasi bencana.
Penanganan darurat masih terus berlangsung hingga debit air surut dan jalur dinyatakan aman untuk dilalui kembali.
(Redeksi)