PASURUAN, – Pohon tumbang Pasuruan kembali memicu kerusakan serius setelah hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Pasrepan pada Selasa sore.
Insiden ini mengakibatkan satu unit rumah warga di Desa Petung mengalami kerusakan parah akibat tertimpa batang pohon berukuran besar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi di tengah cuaca ekstrem tersebut.
Peristiwa mencekam ini berlangsung pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Saat itu, langit di kawasan Pasrepan mendadak gelap dan hujan turun dengan intensitas yang sangat tinggi.
Angin kencang yang bertiup searah memicu tumbangnya sebuah pohon peneduh yang berada tepat di samping pemukiman warga.
Warga sekitar melaporkan bahwa suara dentuman keras terdengar saat batang pohon tersebut menghantam bagian atap rumah.
Pemilik rumah dan anggota keluarganya segera menyelamatkan diri ke area yang lebih aman begitu menyadari adanya getaran hebat.
Kondisi bangunan mengalami kerusakan signifikan, terutama pada bagian atap dan tembok samping yang hancur tertindih material kayu.
Evakuasi dan Respon Cepat Tim Gabungan
Masyarakat setempat langsung bergotong-royong melakukan upaya evakuasi mandiri sebelum tim ahli tiba di lokasi.
Warga menggunakan peralatan seadanya seperti gergaji manual untuk memotong dahan-dahan kecil yang menghalangi jalan desa.
Skala pohon yang cukup besar membuat warga sempat kesulitan membersihkan batang utama yang masih menempel pada struktur bangunan.
Tak lama kemudian, personil dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan tiba di Desa Petung.
Tim datang lengkap dengan peralatan mesin pemotong kayu (chainsaw) untuk mempercepat proses pembersihan.
Petugas bekerja ekstra cepat guna menghindari risiko kerusakan tambahan mengingat cuaca masih menunjukkan potensi hujan susulan.
Pihak kepolisian dari Polsek Pasrepan juga mengamankan lokasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar.
Petugas mengatur arus lalu lintas di sekitar jalur desa agar mobilisasi alat berat atau bantuan tidak terhambat oleh kerumunan warga yang ingin melihat kejadian tersebut.
Mitigasi Bencana dan Kerugian Materiil
Kepala Desa Petung menyatakan bahwa kerugian materiil akibat kejadian ini mencapai puluhan juta rupiah.
Selain kerusakan bangunan, beberapa perabotan di dalam rumah juga mengalami kerusakan akibat terkena air hujan yang masuk melalui atap yang jebol.
Pihak desa saat ini tengah melakukan pendataan rinci untuk mengajukan bantuan perbaikan rumah kepada pemerintah daerah.
BPBD Kabupaten Pasuruan menghimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.
Pihak berwenang menyarankan masyarakat untuk memangkas dahan pohon yang sudah terlalu rimbun atau tua di sekitar tempat tinggal mereka sebagai langkah antisipasi dini.
"Kami meminta warga segera melapor jika melihat pohon yang miring atau rawan tumbang.
Koordinasi cepat sangat penting agar kami bisa melakukan pemangkasan sebelum terjadi bencana," ujar salah satu petugas BPBD di lokasi kejadian.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi anomali cuaca.
Dampak sosial dari bencana ini memicu solidaritas antarwarga Desa Petung yang sepakat untuk membantu proses renovasi rumah korban secara swadaya.
Melalui kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, risiko kerusakan akibat bencana serupa diharapkan dapat diminimalisir di masa mendatang.