PASURUAN, — Ops Keselamatan Semeru 2026 memasuki hari kedua dengan fokus pengawasan ketat terhadap kendaraan wisata di kawasan Tengger. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan menyisir kelayakan armada Jeep wisata Bromo melalui kegiatan ramcheck dan pemeriksaan kesehatan pengemudi di Rest Area Tengger Semeru, Tosari, Selasa (3/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan memastikan keselamatan wisatawan yang hendak menuju kawasan Gunung Bromo, mengingat jalur Tosari memiliki medan ekstrem dengan tanjakan curam dan tikungan tajam. Pengawasan menyasar kondisi teknis kendaraan, kelengkapan administrasi pengemudi, hingga kondisi psikofisik sopir.
Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Derie Fradesca memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Kasat Resnarkoba AKP Ali Sodikin. Mereka menggandeng Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan serta Jasa Raharja Cabang Malang sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026.
Ramcheck Kendaraan Wisata Diperketat
Petugas memulai kegiatan dengan apel bersama di Rest Area Tosari sebelum melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap armada wisata. Pemeriksaan meliputi sistem pengereman, kondisi ban, lampu kendaraan, sabuk keselamatan, hingga surat-surat kendaraan dan SIM pengemudi.
Hasil ramcheck menunjukkan, dari 13 unit Jeep wisata yang diperiksa, 10 unit dinyatakan laik jalan dan langsung diberikan stiker penanda kendaraan layak operasi. Sementara itu, tiga unit Jeep terpaksa dilarang beroperasi karena pengemudinya tidak dapat menunjukkan SIM yang masih berlaku.
Selain Jeep wisata, petugas juga memeriksa satu unit bus pariwisata milik PO Trac asal Jakarta yang mengangkut rombongan wisatawan. Bus tersebut dinyatakan dalam kondisi baik dan memenuhi standar keselamatan untuk melintasi jalur wisata Bromo.
AKP Derie Fradesca menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Keselamatan wisatawan adalah prioritas utama kami. Jalur menuju Bromo memiliki karakteristik ekstrem, sehingga kondisi kendaraan dan legalitas pengemudi tidak boleh ditawar,” tegasnya.
Tes Urin Driver, Hasil Negatif Narkoba
Tidak hanya fokus pada aspek teknis kendaraan, Satlantas Polres Pasuruan juga memastikan kondisi kesehatan pengemudi tetap prima. Kasat Resnarkoba AKP Ali Sodikin bersama Tim Dokkes Polres Pasuruan menggelar pemeriksaan kesehatan dan tes urin di lokasi.
Seluruh pengemudi Jeep wisata dan bus pariwisata yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba. Hasil ini menjadi indikator positif bahwa para pengemudi di kawasan Tosari memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan dan profesionalisme kerja.
Menurut AKP Ali Sodikin, pemeriksaan ini penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat pengaruh zat terlarang.
“Pengemudi yang sehat dan bebas narkoba adalah kunci keselamatan di jalur wisata berisiko tinggi seperti Bromo,” ujarnya.
Edukasi dan Dukungan untuk Pengemudi
Sebagai bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2026, Kasat Lantas juga memberikan sosialisasi langsung kepada para driver terkait pentingnya disiplin berlalu lintas, kepatuhan aturan, dan keselamatan penumpang. Petugas mengingatkan agar pengemudi tidak memaksakan diri saat kondisi fisik menurun.
Kegiatan ditutup dengan pembagian bingkisan sembako kepada para driver Jeep dan bus sebagai bentuk dukungan moral serta apresiasi atas komitmen mereka menjaga keselamatan wisatawan.
Melalui pengawasan ketat dan sinergi lintas sektor ini, Polres Pasuruan berharap kawasan Wisata Bromo Tengger Semeru tetap menjadi destinasi yang aman, nyaman, dan terpercaya. Operasi Keselamatan Semeru 2026 diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan di jalur wisata ekstrem.
Redaksi