“Kubangan Bekas Tambang Galian C di Desa Jeladri Telan Korban, Dugaan Kelalaian Pengamanan Lokasi PT Gorip Disorot”


PASURUAN -Jeladri, Senin (09/03/2026) —
Sebuah insiden tragis diduga terjadi di kawasan bekas tambang galian C milik perusahaan yang dikenal masyarakat sebagai PT Gorip yang berlokasi di Desa Jeladri. Seorang anak dilaporkan terpeleset dan tenggelam di kubangan bekas galian yang kini menyerupai danau kecil. Peristiwa ini memicu kekhawatiran warga terkait minimnya pengamanan di area bekas tambang tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB. Seorang warga yang melintas di sekitar lokasi kejadian perkara (TKP) — yang diketahui merupakan petani setempat, menemukan sepasang sandal anak-anak yang tertinggal di bibir kubangan bekas tambang.

Merasa curiga, warga tersebut kemudian melaporkan temuan itu kepada petugas keamanan (satpam) yang bertugas di area tambang PT Gorip. Menurut keterangan satpam, sebelumnya memang terlihat sekelompok anak-anak berlarian dan bermain di sekitar lokasi bekas galian tersebut.

Informasi mengenai temuan sandal itu kemudian disebarkan kepada masyarakat sekitar. Tidak lama berselang, seorang warga mendatangi lokasi setelah menyadari bahwa anaknya belum pulang sejak pagi hari. Setelah dilakukan pengecekan, warga tersebut memastikan bahwa sandal yang ditemukan di bibir kubangan adalah milik anaknya.

Kecurigaan semakin menguat setelah dilakukan penelusuran kepada teman-teman korban. Dari keterangan mereka, diketahui bahwa korban sebelumnya memang bermain di sekitar area bekas tambang dan diduga terpeleset hingga tenggelam di kubangan yang cukup dalam tersebut.

Data Korban:
Nama : M. S. A.
Alamat : Dusun Beringin RT 02/RW 02, Desa Jeladri

Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga dan aparat setempat. Lokasi bekas tambang yang tidak memiliki pembatas memadai dinilai berpotensi membahayakan, khususnya bagi anak-anak yang kerap bermain di area tersebut.
Kapolsek Winongan, AKP N. A., S.H., saat dikonfirmasi mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama agar tidak bermain di area berbahaya seperti bekas galian tambang.

“Orang tua diharapkan selalu memantau aktivitas anak-anaknya. Lokasi bekas tambang memiliki risiko tinggi, apalagi jika terisi air yang cukup dalam,” ujarnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengingatkan pengelola tambang agar meningkatkan sistem pengamanan dan memberikan tanda peringatan di lokasi bekas galian, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Hingga berita ini diturunkan, warga bersama aparat masih melakukan penelusuran dan upaya pencarian lebih lanjut di sekitar lokasi kubangan bekas tambang tersebut.

Peristiwa ini kembali membuka pertanyaan mengenai tanggung jawab pengelolaan dan pengamanan area bekas tambang, yang kerap berubah menjadi kubangan air tanpa pengawasan memadai dan berpotensi menelan korban.(Redaksi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama