KAPASPOS.COM- Sebuah kondisi memprihatinkan kembali terjadi di ruas jalan provinsi kawasan Bangil, Pasuruan. Belum genap satu minggu sejak keluhan sebelumnya mencuat, lubang berbahaya dengan besi yang mencuat ke permukaan kembali muncul dan mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan cukup parah pada badan jalan, tepatnya di sekitar Jembatan Kedung Larangan II. Aspal yang terkelupas menyisakan lubang menganga, sementara besi tulangan terlihat menonjol keluar. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas dengan kecepatan tinggi atau pada malam hari saat visibilitas terbatas.
Warga sekitar mengaku khawatir dengan situasi tersebut. Mereka menyebut, kejadian serupa sudah berulang dan belum mendapat penanganan serius. “Baru saja kemarin diperbincangkan, sekarang sudah rusak lagi. Kalau tidak segera diperbaiki, pasti akan ada korban lagi,” ujar salah satu warga.
Jalan provinsi yang seharusnya menjadi akses vital justru berubah menjadi “perangkap maut” yang sewaktu-waktu bisa mencelakai pengguna jalan. Minimnya tanda peringatan di lokasi semakin memperbesar risiko kecelakaan.
Kondisi ini pun memicu reaksi dari masyarakat, terutama di media sosial. Banyak yang mempertanyakan kesigapan pihak terkait dalam melakukan perbaikan serta pemeliharaan infrastruktur jalan. Tidak sedikit pula yang mendesak agar dilakukan penanganan cepat sebelum memakan korban jiwa.
Hingga saat ini, belum terlihat adanya perbaikan signifikan di titik kerusakan tersebut. Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan dan tidak menunggu jatuhnya korban sebelum bertindak.
Keselamatan pengguna jalan seharusnya menjadi prioritas utama. Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin “perangkap maut” ini benar-benar akan merenggut nyawa.(Redaksi)