Pasuruan, - Musda Golkar Pasuruan menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal Partai Golkar di Kabupaten Pasuruan. Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan bahwa soliditas dan persatuan kader harus tetap terjaga selama dan setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan yang digelar di Hotel Sinyiur, Prigen, Kamis (29/1/2026).
Ali Mufthi berharap seluruh rangkaian Musda dapat ditutup dengan suasana bahagia sebagai simbol kematangan organisasi. Ia menilai, dinamika yang terjadi dalam forum musyawarah merupakan bagian dari proses demokrasi internal yang wajar, selama tetap berujung pada persatuan.
Menurut Ali Mufthi, Musda XI DPD Golkar Kabupaten Pasuruan memiliki makna khusus karena menjadi Musda terakhir di wilayah Jawa Timur untuk periode kepengurusan 2025–2030. Oleh sebab itu, ia meminta agar pelaksanaan Musda ini menjadi penutup yang positif bagi konsolidasi Partai Golkar di tingkat provinsi.
Musda Terakhir di Jawa Timur
Ali Mufthi menyampaikan bahwa penyelenggaraan Musda XI tidaklah mudah. Ia mengakui adanya dinamika dan ketegangan selama proses berlangsung. Namun, seluruh tahapan Musda dapat dilalui berkat kerja keras dan kekompakan kader Partai Golkar Kabupaten Pasuruan.
“Bapak-Ibu sekalian, hari ini kita lewati dengan indah. Insyaallah Musda Golkar Jawa Timur hari ini adalah yang terakhir. Kita tutup dengan happy dan bahagia Musda Golkar di Kabupaten Pasuruan,” ujar Ali Mufthi di hadapan peserta Musda.
Ia menambahkan bahwa perbedaan pandangan dan pertarungan gagasan dalam Musda merupakan hal yang lumrah dalam organisasi besar. Menurutnya, kedewasaan kader terlihat dari kemampuan mengakhiri perbedaan dengan semangat kebersamaan.
“Pertarungan sengit sempat menimbulkan gejolak emosi, tetapi ujung-ujungnya ketenangan dan kebahagiaan,” katanya.
Pesan Persatuan Pasca Musda
Ali Mufthi juga menekankan pentingnya membangun organisasi yang inklusif setelah Musda berakhir. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi sekat-sekat atau kelompok di tubuh Partai Golkar Kabupaten Pasuruan.
“Siapapun nanti yang terpilih sebagai ketua, bangunlah organisasi ini menjadi organisasi yang lebih baik. Tidak ada lagi kelompok-kelompokan, mari bersatu padu membangun kekuatan,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan utama agar hasil Musda tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat fondasi partai dalam menghadapi agenda politik ke depan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Ketua Terpilih Tegaskan Kemenangan Bersama
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan terpilih, Nik Sugiarti, menyampaikan bahwa hasil Musda XI merupakan kemenangan bersama seluruh kader. Ia menegaskan bahwa proses Musda menunjukkan Partai Golkar sebagai rumah besar demokrasi.
“Proses ini kita lalui bahwa Partai Golkar adalah rumah besar demokrasi, tempat perbedaan dengan satu semangat kebersamaan. Kemenangan dalam Musda ini bukan kemenangan satu orang, tetapi kemenangan kita bersama,” ujar Nik Sugiarti.
Nik Sugiarti juga mengajak seluruh kader untuk meninggalkan perbedaan yang sempat muncul selama Musda. Ia menekankan pentingnya satu barisan dan satu tujuan dalam membangun Partai Golkar dan memajukan Kabupaten Pasuruan.
“Tidak ada lagi suku, tidak ada lagi sekat, tidak ada lagi ABC, tidak ada lagi barat dan timur. Yang ada hanya satu barisan, satu tujuan, satu pemimpin untuk memajukan Kabupaten Pasuruan,” tambahnya.
Dampak dan Harapan ke Depan
Pada akhir sambutannya, Nik Sugiarti menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada pelaksana tugas Musda XI beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai kelancaran Musda menjadi modal awal untuk memperkuat kerja organisasi ke depan.
Acara Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan berlangsung aman dan lancar. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan. Soliditas yang terbangun dalam Musda ini diharapkan mampu berdampak positif bagi penguatan peran Partai Golkar di tengah masyarakat Kabupaten Pasuruan.
Redaksi