Penataan Pasar Wisata Cheng Hoo Dibahas Bersama


Pasuruan,  -  Penataan Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan mulai dibahas serius oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan melibatkan langsung para pedagang, Rabu (22/1/2026). Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag), puluhan pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo diajak duduk bersama untuk menyampaikan keluhan, masukan, serta harapan terkait pemanfaatan kawasan pasar ke depan.

Diskop UKM Perindag tidak datang sendiri. Dalam forum sederhana namun dialogis tersebut, pemerintah daerah menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan. Kehadiran tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini bertujuan agar setiap persoalan dapat dibahas secara komprehensif dan langsung menemukan arah solusi.

Pantauan di lokasi menunjukkan, para pedagang memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, mulai dari penataan lapak, pengawasan saat hari ramai pengunjung, hingga persoalan parkir dan penerangan.

Pedagang Dukung Penataan Pasar

Salah satu perwakilan pedagang kaki lima (PKL), Kerto, menegaskan bahwa pedagang pada prinsipnya siap mendukung kebijakan penataan dan penertiban Pasar Wisata Cheng Hoo. Menurutnya, penataan justru menjadi harapan pedagang agar aktivitas jual beli berjalan lebih tertib dan nyaman.

“Kalau kami siap-siap saja untuk mendukung penertiban Pasar Cheng Hoo,” ujar Kerto di hadapan perwakilan OPD.

Ia juga menyoroti perlunya kehadiran petugas pengawasan saat pasar ramai, khususnya pada akhir pekan. Menurutnya, saat Sabtu dan Minggu potensi pelanggaran meningkat, termasuk munculnya pedagang liar yang memanfaatkan keramaian.

“Kalau boleh memberi saran, perlu ada petugas di jam ramai pengunjung demi keamanan bersama. Lampu juga perlu ditambah karena masih ada titik-titik yang gelap. Selain itu, kami juga sudah tiga bulan belum membayar retribusi,” ungkapnya.

Parkir dan Retribusi Jadi Sorotan

Penataan Pasar Wisata  Cheng Hoo, mendapakan masukan  dari sektor perparkiran. Pramono, salah satu koordinator parkir Pasar Wisata Cheng Hoo, meminta pemerintah mempertimbangkan kembali ketersediaan lahan parkir jika kawasan pasar nantinya direvitalisasi.

“Kalau Sabtu-Minggu, parkir sudah tidak muat, sampai ‘muntah’,” katanya menggambarkan kondisi kepadatan kendaraan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Diskop UKM Perindag Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghony, mengapresiasi kesadaran pedagang yang justru mempertanyakan belum adanya penarikan retribusi selama tiga bulan terakhir.

“Ini pertanyaan yang menarik. Retribusi memang untuk PAD dan kesejahteraan masyarakat. Namun karena aturan belum siap, sementara ini belum kami tarik. Ini bukti bahwa pedagang memiliki kesadaran terhadap kewajibannya,” jelas Ghony.

Ikon Daerah Harus Tertata

Ghony menjelaskan, kegiatan duduk bersama ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Pasuruan setelah melakukan kunjungan ke Pasar Wisata Cheng Hoo beberapa waktu lalu. Dari kunjungan tersebut, Bupati menerima sejumlah keluhan, salah satunya terkait keberadaan pedagang durian yang dinilai mengganggu citra kawasan wisata.

“Tujuan kita hari ini adalah memperbaiki agar Pasar Wisata Cheng Hoo kembali memiliki kesan baik di mata wisatawan. Kita cari solusi bersama supaya pasar ini semakin tertata dan semakin banyak dikunjungi,” terangnya.

Ia menegaskan, penataan harus dilakukan secara adil, baik bagi pedagang di dalam maupun di luar area pasar. Menurutnya, seluruh pedagang merupakan bagian dari perekonomian Kabupaten Pasuruan.

“Cheng Hoo ini ikon Kabupaten Pasuruan. Kalau tertib, rapi, dan disiplin, dampaknya besar. Wisatawan nyaman, produk UKM dan IKM laku, PAD meningkat, dan kesejahteraan rakyat ikut terangkat,” tambahnya.

Dishub dan Satpol PP Siap Bersinergi

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Digdo Sutjahjo, meminta pedagang aktif melaporkan jika menemukan lampu penerangan mati, parkir semrawut, atau kendala lainnya di area pasar.

“Kami siap menindaklanjuti. Kanal laporan sudah ada, dan bila bisa langsung diperbaiki, akan kami perbaiki saat itu juga,” tegasnya.

Sinergi antara pemerintah daerah dan pedagang ini diharapkan menjadi langkah awal penataan Pasar Wisata Cheng Hoo secara berkelanjutan. Dengan komunikasi terbuka dan komitmen bersama, Pasar Wisata Cheng Hoo diharapkan kembali menjadi destinasi unggulan yang tertib, nyaman, dan memberi dampak sosial-ekonomi positif bagi masyarakat Pasuruan. 

(Redeksi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama