Mojokerto, — Mayat bayi ditemukan mengapung di aliran Sungai Cangar, kawasan Taman Hutan Raya (Tahura), Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Senin siang (2/2/2026). Temuan tersebut menggegerkan warga sekitar sekaligus memicu keprihatinan luas di tengah masyarakat.
Bayi malang itu ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan terbungkus di dalam sebuah tas. Sungai kecil yang berada di tengah kawasan hutan wisata tersebut mendadak dipenuhi warga setelah kabar penemuan menyebar dengan cepat.
Kronologi Penemuan di Kawasan Tahura
Penemuan mayat bayi bermula ketika seorang warga melintas di sekitar aliran sungai kawasan Cangar. Warga tersebut melihat sebuah tas mencurigakan yang mengapung dan tersangkut di bebatuan sungai. Setelah didekati, tas itu diketahui berisi jasad bayi.
Warga tersebut segera melapor kepada petugas Taman Hutan Raya. Petugas Tahura kemudian berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan tim medis untuk memastikan kondisi temuan serta mengamankan lokasi kejadian.
Petugas gabungan mengevakuasi mayat bayi dari sungai dengan menggunakan peralatan sederhana. Proses evakuasi berlangsung hati-hati mengingat lokasi sungai berada di area hutan dengan medan yang cukup terjal dan licin.
Evakuasi dan Pemeriksaan Medis
Setelah berhasil dievakuasi, petugas membawa jasad bayi ke Rumah Sakit Sumberglagah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tim medis melakukan proses identifikasi awal dan menyiapkan tindakan otopsi guna mengetahui penyebab kematian bayi tersebut.
Hasil otopsi diharapkan dapat memberikan petunjuk penting, termasuk perkiraan usia bayi, waktu kematian, serta kemungkinan adanya tanda-tanda kekerasan. Informasi medis ini akan menjadi dasar penting dalam proses penyelidikan kepolisian.
Pihak rumah sakit belum memberikan keterangan detail kepada publik, menunggu hasil resmi pemeriksaan forensik yang masih berlangsung.
Penyelidikan Polisi dan Dugaan Tindak Pidana
Kepolisian Resor Mojokerto melalui Polsek Pacet langsung melakukan penyelidikan intensif. Aparat mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi, termasuk warga yang pertama kali menemukan jasad bayi.
Kapolsek Pacet, AKP Anwar, menyampaikan bahwa pihaknya menduga kuat bayi tersebut sengaja dibuang oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab. “Kami sedang mendalami semua kemungkinan dan menelusuri jejak pelaku berdasarkan temuan di lapangan serta hasil forensik,” ujarnya.
Polisi juga menyisir area sekitar sungai dan jalur menuju lokasi untuk mencari petunjuk tambahan. Langkah ini dilakukan guna mempersempit ruang gerak pelaku dan mengungkap motif di balik perbuatan tersebut.
Reaksi Warga dan Dampak Sosial
Penemuan mayat bayi di Sungai Cangar menimbulkan reaksi emosional dari masyarakat sekitar. Warga mengaku prihatin sekaligus marah atas kejadian yang dinilai tidak manusiawi tersebut.
Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku dan memberikan hukuman sesuai aturan yang berlaku. Mereka menilai tindakan membuang bayi mencerminkan persoalan sosial serius yang perlu mendapat perhatian bersama.
Kasus ini juga memunculkan diskusi publik tentang pentingnya perlindungan anak, edukasi kesehatan reproduksi, serta dukungan sosial bagi ibu hamil yang menghadapi tekanan ekonomi maupun sosial.
Harapan dan Penutupan
Peristiwa mayat bayi mengapung di Sungai Cangar menjadi pengingat kuat tentang pentingnya kepekaan sosial dan tanggung jawab bersama dalam melindungi nyawa manusia, terutama bayi yang tidak berdaya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat meningkatkan program pendampingan sosial, konseling, serta edukasi agar kejadian serupa tidak terulang. Sementara itu, aparat kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan secara profesional dan transparan hingga pelaku terungkap.
Redaksi