Perahu Melaju Tanpa Awak, Nelayan Pasuruan Hilang di Laut

PASURUAN – Seorang nelayan dilaporkan hilang di perairan Desa Kalirejo, Kabupaten Pasuruan, setelah perahu yang digunakannya ditemukan berjalan sendiri tanpa awak. Korban diketahui berinisial S. (51), warga Desa Semare, Kecamatan Kraton, yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan rajungan.

Peristiwa ini pertama kali diketahui pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, setelah adanya laporan masyarakat terkait nelayan yang tidak kembali dari melaut di kawasan Perairan Kisik, Desa Kalirejo atau dikenal sebagai bagan (banjang).
Perahu Ditemukan Mesin Hidup, Korban Terlihat Berenang

Berdasarkan keterangan saksi nelayan berinisial L.H. dan K., kejadian bermula saat korban berangkat melaut pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB menggunakan perahu “DUA PUTRA” dengan alat tangkap jaring rajungan.
Keesokan harinya, Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, kedua saksi melihat perahu DUA PUTRA melaju sendiri dengan kondisi mesin hidup, namun tanpa awak. Saat dilakukan pencarian di sekitar lokasi, korban sempat terlihat berenang di laut.

Para saksi berusaha memberikan pertolongan dengan melempar umpal, yakni pelampung tradisional dari bambu. Namun nahas, tali umpal terlalu pendek sehingga tidak dapat diraih korban. Situasi semakin sulit setelah lampu penerangan di dahi korban terjatuh, menyebabkan kondisi sekitar menjadi gelap, ditambah ombak laut yang besar.

Para saksi sempat berputar di lokasi selama 1 hingga 2 jam untuk melakukan pencarian, namun korban tidak lagi terlihat.
Diduga Tercebur, Pencarian Terus Dilakukan
Korban berinisial S., lahir di Pasuruan 5 Mei 1974, berstatus menikah dan beralamat di Dusun Kedondong, Desa Semare, Kecamatan Kraton, diduga hilang akibat tercebur ke laut saat kondisi gelombang tinggi.

Aparat setempat telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terhadap keluarga dan saksi, koordinasi dengan Satpolair Polres Pasuruan Kota, serta mendorong pemerintah desa dan kecamatan untuk segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pasuruan guna melakukan operasi pencarian.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan. Dengan semangat solidaritas tinggi, puluhan nelayan dari Dusun Kaligung secara swadaya turut melakukan pencarian, bahkan hingga ke perairan Tlocor, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo.
Pihak berwenang mengimbau nelayan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat kondisi cuaca dan gelombang laut tidak bersahabat,(redaksi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama