Seluruh Wilayah Pasuruan Dikepung Banjir, Kemacetan Terjadi di Jalur Pantura


PASURUAN – Banjir yang melanda seluruh wilayah Pasuruan pada Selasa, 24 Maret 2026, mengakibatkan kemacetan parah di jalur Pantura dan jalur poros. 

Hujan lebat yang disertai angin kencang sejak sore hari menyebabkan banjir merendam hampir seluruh kawasan, mulai dari kawasan Beji hingga Bangil, serta beberapa kecamatan lainnya.

Banjir Menggenangi Wilayah Beji dan Sekitarnya

Banjir paling parah terjadi di wilayah Beji, di mana air meluap hingga menggenangi jalan Pantura yang menghubungkan Pasuruan dan Surabaya. 

Banjir juga merendam pemukiman warga di perkampungan sekitar, dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 100 cm. Selain Beji, sejumlah kecamatan lain seperti Bangil, Pohjentrek, Gondang Wetan, Winongan, Pasrepan, dan Rejoso juga terdampak parah.

Menurut keterangan dari petugas BPBD setempat, banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat tinggi, membuat sungai-sungai meluap dan beberapa tanggul jebol.

Akibatnya, air meluber ke kawasan perkampungan dan jalan raya. Dampaknya, lalu lintas dari Beji hingga Pasuruan Kota terganggu, dengan beberapa titik di sepanjang jalur Pantura terendam air.

Kemacetan Lalu Lintas dan Pengalihan Arus

Kemacetan parah terjadi di jalur utama, terutama di kawasan Beji hingga menuju Bangil, akibat genangan air yang cukup tinggi. 

Untuk mengurangi dampak kemacetan, aparat kepolisian dan dinas perhubungan setempat melakukan pengalihan arus lalu lintas di beberapa titik, mulai dari Beji hingga Pasuruan Kota.

 Pengalihan arus tersebut dilakukan untuk menghindari kecelakaan serta memastikan kelancaran evakuasi bagi mereka yang terdampak banjir.

Sinergi Tim BPBD dan Relawan untuk Evakuasi

Proses evakuasi terus dilakukan oleh tim BPBD, relawan, dan kepolisian untuk membantu masyarakat yang terjebak di rumah-rumah mereka akibat banjir.

 Anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas menjadi prioritas utama dalam evakuasi. Mereka diangkut ke tempat yang lebih aman dengan menggunakan perahu dan kendaraan operasional.

Sementara itu, petugas juga terus memantau kondisi aliran sungai yang masih berpotensi mengarah ke perkampungan lainnya. 

"Kami terus memantau debit air dengan seksama, mengingat masih ada kemungkinan hujan turun dengan intensitas tinggi," ungkap Kepala BPBD Pasuruan, yang turut serta dalam pemantauan di lapangan.

Kerugian Material yang Ditimbulkan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir. Namun, kerugian material akibat kerusakan barang elektronik dan perabotan rumah tangga sangat besar. 

Banyak warga yang kehilangan peralatan rumah tangga dan kendaraan yang terendam air. Di beberapa daerah, masyarakat mengeluhkan kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan yang dapat memperburuk situasi setelah banjir surut.

Harapan untuk Pasuruan: Pulih dan Normal Kembali

Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama dengan pihak terkait berharap agar banjir segera surut dan keadaan dapat kembali normal. 

Masyarakat diminta tetap waspada, sementara pihak berwenang akan terus berkoordinasi untuk menangani bencana ini dengan cepat dan efisien. 

 Meskipun kondisi masih berat, upaya-upaya evakuasi dan penanganan bencana terus dilakukan dengan semangat gotong-royong dari seluruh pihak yang terlibat.

"Semoga bencana ini segera berlalu dan warga Pasuruan bisa kembali menjalani aktivitas mereka dengan aman dan nyaman," kata Kepala BPBD Pasuruan di akhir pernyataannya.

Redaksi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama