PASURUAN, KAPASPOS.COM – Massa yang menamai diri sebagai putra daerah Desa Curahdukuh, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan menggelar aksi damai penyampaian pendapat di muka umum di depan PT Hanbit Flavor Fragrance Kraton, Rabu (13/05/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tuntutan terkait perekrutan tenaga kerja lokal serta pengangkatan kembali satpam proyek menjadi satpam perusahaan.
Koordinator aksi menyebut, terdapat dua tuntutan utama yang disampaikan kepada manajemen PT Hanbit Flavor Fragrance, yakni prioritas tenaga kerja lokal sebanyak 60 persen dari total karyawan perusahaan serta perekrutan kembali empat satpam proyek yang sebelumnya diberhentikan.
Perwakilan aksi, Mulyono, mengatakan masyarakat Curahdukuh berharap perusahaan memberikan prioritas kepada warga sekitar dalam perekrutan tenaga kerja.
“Tuntutan dari masyarakat Curah Duku, yang pertama: prioritas tenaga kerja 60 persen harus dari warga Curah Duku. Terus yang kedua: satpam yang dulu di proyek, tolong direkrut kembali ke PT Hanbit. Karena dia itu berjasa sekali dan kalau diputus sepihak itu sangat kasihan sekali. Dia itu juga punya keluarga, membutuhkan biaya juga,” terang Mulyono.
Ia juga menyampaikan bahwa empat satpam proyek disebut telah diberhentikan, “Jadi, untuk satpam yang empat itu dipecat semua, diputus semua sepihak. Untuk warga Curah Duku yang bekerja mungkin hanya segelintir, saya tidak mengetahui pasti, tapi warga Curah Duku menuntut 60 persen supaya dipekerjakan menjadi tenaga kerja PT Hanbit, Pak,” imbuhnya.
Peserta aksi lainnya berharap keberadaan perusahaan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Harapan kami, masyarakat Curah Duku semuanya harus bekerja, paling tidak 60 persen di perusahaan atau di PT Hanbit. Dan permintaan kami sebagai masyarakat, Pak: PT Hanbit ada di desa kami, seharusnya PT Hanbit harus bisa mendongkrak kemiskinan di desa kami,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Kawasan PIER, Yogi, mengatakan pihaknya mendukung penyelesaian persoalan melalui musyawarah bersama pemerintah desa dan pihak terkait.
“Kemarin saya sudah dipanggil sama bupati. Memang porsi perekrutan itu dari investor, tapi kalau bisa perekrutan dari kepala desa satu pintu untuk memfasilitasi warga,” ujarnya.
“Ini dari kami, dari suara SIER, kita mendukung program pemerintah. Sebenarnya jika dimusyawarahkan dan ada titik temu kan enak,” lanjutnya.
Ia juga menyebut pihaknya tidak memiliki kewenangan langsung terkait perekrutan tenaga kerja di perusahaan tersebut.
“Kami pun tidak punya wewenang, harusnya kepada kepala desa. Saya sarankan untuk diskusi kepada pemangku wilayah,” katanya.
Adapun pihak PT Hanbit Flavor Fragrance belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa tersebut.
"Belum ada petunjuk," jawab petugas security kepada Dialogmasa terkait statement kepada media. (Redaksi)