pemuda panjat tower, Kwangsan Sedati, percobaan bunuh diri, evakuasi BPBD, cekcok asmara


Pemuda panjat tower terjadi di Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Rabu (22/04/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Seorang pemuda dilaporkan memanjat sebuah tower dan bertahan di ketinggian selama beberapa jam, memicu perhatian warga yang berkerumun di sekitar lokasi kejadian.

Warga sekitar menyebutkan, aksi nekat tersebut diduga dipicu oleh masalah pribadi, yakni cekcok dengan pacarnya. Situasi di lapangan sempat tegang karena pemuda itu menolak turun meski sudah dibujuk oleh warga dan aparat setempat.

Evakuasi Gabungan Berlangsung Intensif

Petugas gabungan langsung merespons kejadian tersebut. Tim dari BPBD, Damkar, Basarnas, PMI, Polsek, serta Babinsa tiba di lokasi dan segera melakukan langkah pengamanan serta pendekatan persuasif. Kapolsek bersama Kepala Desa Kwangsan juga hadir untuk membantu menenangkan kondisi.
Petugas mengutamakan komunikasi yang tenang dan terukur. 

Mereka berusaha membangun kepercayaan agar pemuda tersebut bersedia turun tanpa paksaan. Upaya ini dilakukan secara hati-hati mengingat posisi korban berada di ketinggian dan berisiko.

Proses Evakuasi Hingga Malam Hari

Proses evakuasi berlangsung cukup lama dan memerlukan koordinasi lintas instansi. Petugas terus melakukan negosiasi sambil menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat. Warga pun diminta menjaga jarak agar situasi tetap kondusif.

Setelah melalui berbagai pendekatan, pemuda tersebut akhirnya bersedia turun. Pada pukul 20.30 WIB, petugas berhasil mengevakuasi korban dalam keadaan selamat. Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari warga yang sejak awal menyaksikan proses penyelamatan.

Penanganan Lanjutan dan Dampak Sosial

Usai evakuasi, petugas membawa pemuda tersebut untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pihak terkait menekankan pentingnya pendampingan agar kondisi psikologis korban dapat kembali stabil.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya komunikasi yang sehat dan dukungan emosional, terutama bagi kalangan muda. 

Aparat setempat mengimbau warga agar lebih peka terhadap kondisi sekitar dan segera melapor jika melihat tanda-tanda krisis, sehingga kejadian serupa dapat dicegah lebih dini.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama