Presiden Prabowo Terima Laporan Investasi dan Hilirisasi 2026

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan penting dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengenai capaian investasi 2025 dan proyeksi investasi 2026. 

Pertemuan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 21 April 2026, menyoroti perkembangan positif dalam sektor investasi yang turut mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Capaian Positif Investasi 2025

Menteri Rosan Roeslani dalam laporannya menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, Indonesia mencatatkan realisasi investasi yang signifikan, dengan sejumlah sektor strategis menunjukkan angka yang sangat menggembirakan. 

Proyeksi untuk tahun 2026 pun diharapkan dapat melanjutkan tren positif tersebut, dengan perhatian khusus pada sektor hilirisasi dan teknologi.

“Investasi yang masuk ke Indonesia terus menunjukkan angka yang mengesankan. Kami optimistis bahwa pada 2026, sektor-sektor penting seperti energi terbarukan, teknologi, dan manufaktur akan mengalami pertumbuhan yang lebih pesat,” ungkap Rosan dalam pertemuan tersebut.

Komitmen Investasi Jepang dan Republik Korea

Selain itu, laporan mengenai komitmen investasi dari Jepang dan Republik Korea juga menjadi sorotan dalam pertemuan ini.

 Kedua negara tersebut menyatakan komitmennya untuk berinvestasi sekitar Rp570 triliun di Indonesia. Komitmen ini mencakup berbagai sektor, termasuk industri manufaktur, infrastruktur, dan energi terbarukan, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.

Pemerintah Indonesia terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan memperkuat kemitraan internasional. 

Hal ini sejalan dengan upaya mempercepat hilirisasi industri yang tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga memberikan nilai tambah pada produk dalam negeri.

Mendorong Hilirisasi untuk Ekonomi Berkelanjutan

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pentingnya mempercepat realisasi investasi, khususnya dalam program hilirisasi yang dapat memperkuat daya saing industri domestik.

 Ia menekankan bahwa hilirisasi akan menjadi pilar utama dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas serta mengurangi ketergantungan pada produk impor.

"Investasi yang berkelanjutan dan program hilirisasi akan menjadi kunci untuk menjadikan Indonesia lebih mandiri, bukan hanya di bidang ekonomi, tetapi juga dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujar Presiden Prabowo.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Realiasi investasi dan program hilirisasi di Indonesia diprediksi akan memberikan dampak sosial yang signifikan, dengan terbukanya lebih banyak kesempatan kerja, peningkatan kualitas produk dalam negeri, dan kontribusi yang lebih besar terhadap PDB nasional. 

Selain itu, dengan bertambahnya investasi asing, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat investasi utama di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai penutup, keberhasilan pemerintah dalam mendorong investasi dan hilirisasi akan berperan penting dalam mewujudkan tujuan jangka panjang Indonesia untuk menjadi negara maju dengan ekonomi yang berkelanjutan dan mandiri.

Redaksi 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama