Badut Penjual Balon Tega Bunuh Mertua Mojokerto

Mojokerto --Badut penjual balon Satuan (40) tega membunuh mertuanya, Siti Arofah (53), dan melukai istrinya, Sri Wahyuni atau Yuni (35), di rumah kontrakan Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Puri, Mojokerto. 

Setelah melakukan aksi kejam itu, Satuan langsung melarikan diri, meninggalkan korban dalam kondisi kritis dan tewas.

Tragedi Berdarah di Rumah Kontrakan

Menurut tetangga korban, Nur Aidah (32), Siti datang ke rumah putrinya sekitar pukul 08.00 WIB untuk menerima paket kurir cash on delivery (COD). Ia melihat kurir menunggu di depan rumah kontrakan putrinya, Yuni, namun pintu rumah tertutup rapat.

“Bu Siti kemudian lewat sebelah rumah saya untuk masuk lewat pintu belakang rumah putrinya. Setelah itu saya mandi, tidak dengar suara ribut sama sekali,” kata Aidah saat ditemui di lokasi, Rabu (6/5/2026).

Beberapa menit kemudian, Aidah melihat kerumunan warga di rumah kontrakan. Ia baru mengetahui bahwa terjadi tragedi berdarah. Siti ditemukan tewas di kamar rumah putrinya akibat luka bacok di leher dan perut, sementara Yuni terkurung di kamar belakang dengan dada berlumuran darah dan wajah lebam.

Pintu Dikunci, Tetangga Curiga

Ketua RT 2, Suroto, menceritakan saat kejadian ia sedang memperbaiki salon dekat rumah Yuni. Sekitar pukul 08.30 WIB, ia melihat Satuan meninggalkan rumah dengan terburu-buru. Curiga, Suroto mendekat dan melihat genangan darah melalui lubang ventilasi atas pintu.

“Saya langsung lapor ke tiga pilar desa. Kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas mendobrak pintu rumah kontrakan,” ungkapnya. Tim yang datang menemukan Siti tewas bersimbah darah di kamar dan Yuni terluka parah di kamar belakang.

Proses Penyelidikan dan Pengejaran Pelaku

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, menjelaskan, timnya segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan bukti, dan menggali keterangan saksi. 

Siti yang tewas dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo, untuk diautopsi. Sementara Yuni dirawat intensif di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

“Korban meninggal sudah dalam proses autopsi untuk penyebab kematiannya. Pelaku kabur, saat ini dalam pengejaran tim kami,” terang Aldhino.

Dampak Sosial dan Kewaspadaan Warga

Peristiwa ini mengejutkan warga Dusun Sumbertempur dan menimbulkan rasa waspada di lingkungan. Ketua RT menekankan pentingnya komunikasi antarwarga dan kewaspadaan terhadap tindakan kekerasan dalam rumah tangga. 

“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap tetangga dan anggota keluarga,” ujar Suroto.

Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya pencegahan kekerasan domestik serta kesiapsiagaan warga untuk melaporkan tindakan mencurigakan. 

Polisi terus memburu pelaku, sementara korban selamat menjalani perawatan intensif, meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga dan tetangga.

Redaksi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama