Tragedi Kecelakaan Maut Bus ALS Tangki Minyak

Lubuk Linggau — Tragedi kecelakaan menyelimuti Kota Lubuk Linggau, Rabu malam (6/5/2026), saat iring-iringan ambulans membawa jenazah korban kecelakaan maut antara Bus ALS dan mobil tangki minyak menuju rumah sakit untuk proses identifikasi.

 Suasana duka begitu terasa, terutama bagi keluarga korban yang menunggu dengan penuh kecemasan.

Evakuasi Korban dan Tangisan Keluarga

Sebanyak 16 kantong jenazah dievakuasi dari lokasi tragedi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di kawasan Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). 

Ambulans yang datang secara bergantian dikawal ketat aparat kepolisian menuju RSUD Siti Aisyah Lubuk Linggau.

Tangis keluarga pecah saat sejumlah ambulans tiba di rumah sakit. Beberapa warga dan kerabat korban terlihat histeris menunggu proses identifikasi jenazah yang sebagian besar mengalami luka bakar serius akibat ledakan hebat usai tabrakan. Petugas medis dan polisi berupaya menenangkan warga serta memastikan proses identifikasi berjalan tertib.

Kronologi Kecelakaan Maut

Berdasarkan informasi sementara, kecelakaan tragis tersebut terjadi sekitar pukul 12.39 WIB. Bus ALS yang melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Medan diduga bertabrakan frontal dengan mobil tangki dari arah berlawanan. 

Tabrakan itu memicu kebakaran besar, yang dengan cepat melahap kedua kendaraan dan menjerat banyak penumpang di dalam bus.

BPBD Muratara menyebutkan, korban meninggal dunia sementara mencapai 16 orang, terdiri dari penumpang bus serta sopir dan kernet mobil tangki. 

Sementara empat korban lainnya dilaporkan selamat dengan kondisi luka bakar dan luka ringan. Tim medis segera menangani korban selamat dan memberikan perawatan intensif.

Penyelidikan dan Dampak Sosial

Hingga malam ini, aparat gabungan masih melakukan pendataan identitas korban serta penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan maut yang menghebohkan warga Sumatera Selatan tersebut. Polisi memeriksa kondisi jalan, kecepatan kendaraan, dan kemungkinan faktor human error maupun teknis.

Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Seorang warga yang menyaksikan proses evakuasi mengatakan, “Kami semua terpukul, ini menjadi peringatan keras agar keselamatan transportasi dijaga serius.

” Tragedi ini diharapkan mendorong peningkatan pengawasan transportasi dan kesadaran keselamatan di jalur lintas Sumatera.

Redaksi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama