Jembatani Dua Generasi, Akademisi Gen Z UPN Veteran Jatim Latih Lansia Jadi Pemandu Urban Farming

SURABAYA – Pengelola Kelompok Tani Kosagrha Lestari, RW 04, Medokan Ayu, Surabaya, mendapat cara baru untuk mengenalkan urban farming kepada anak-anak. Para anggota yang mayoritas merupakan lanjut usia (lansia) diajak mengikuti simulasi sebagai peserta wisata edukasi melalui permainan papan atau board game interaktif.

Pelatihan tersebut digelar Senin (21/9/2026) di kawasan kebun Kosagrha Lestari. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang digagas Program Studi Arsitektur dan Program Studi Pariwisata UPN ”Veteran” Jawa Timur.

Dalam kegiatan itu, para anggota kelompok tani tidak langsung berlatih menjadi pemandu. Mereka terlebih dahulu ditempatkan sebagai anak-anak yang tengah mengikuti kegiatan wisata edukasi urban farming.

Metode tersebut dikemas melalui roleplay. Tim dosen dan mahasiswa mengambil peran sebagai pemandu, sedangkan peserta mengikuti rangkaian permainan layaknya pengunjung anak-anak. Mereka diminta mengikuti arahan, menjawab tantangan, berdiskusi, serta berinteraksi dengan berbagai bagian dalam board game.

Dua mahasiswa, Musyaffa Akmal dan Nanda Nurrahma, bertugas memandu simulasi. Keduanya memberikan penjelasan mengenai aturan permainan, mengarahkan peserta dari satu tahapan ke tahapan berikutnya, sekaligus membantu ketika peserta menemui kesulitan.

Menurut Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UPN ”Veteran” Jawa Timur, Magvira Ardhia Pratiwi, pengalaman langsung tersebut penting agar pengelola tidak sekadar memahami teknis permainan. Mereka juga perlu mengetahui bagaimana posisi dan pengalaman anak ketika mengikuti wisata edukasi.

”Kami ingin pengelola merasakan sendiri alur permainan sebelum nantinya memandu pengunjung. Dari situ mereka bisa melihat bagian mana yang mudah dipahami anak, bagaimana cara memberikan instruksi, dan bagaimana membangun suasana belajar yang tetap menyenangkan,” ujar Magvira.

Dalam pelaksanaannya, Magvira tidak bekerja sendiri. Dosen muda lainnya, yakni Ledy Fitra Ramadhani, Annissa ’Ul Jannah, dan Galuh Pratama, turut mendampingi proses simulasi. Dua mahasiswa yang terlibat juga membantu memastikan permainan berjalan sesuai alur.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan dua generasi. Para anggota kelompok tani memiliki pengalaman langsung dalam mengelola kebun dan memahami praktik urban farming. Sementara tim akademisi muda membawa pendekatan pembelajaran yang dikemas melalui permainan agar lebih mudah diterima anak-anak.

Ketua Kelompok Tani Kosagrha Lestari, Pridha Nashari Rakhmatika, menyambut baik pola pelatihan tersebut. Bagi pengelola kebun, kegiatan itu memberikan sudut pandang berbeda tentang bagaimana pengetahuan yang selama ini mereka praktikkan dapat disampaikan sebagai materi wisata edukasi.

Melalui simulasi tersebut, pengelola diharapkan mampu memanfaatkan board game ketika menerima kunjungan anak-anak. Mereka juga memperoleh gambaran mengenai cara memandu kegiatan agar interaksi antara peserta dan pengelola tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga melibatkan pengalaman langsung.

Program ini turut dikaitkan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pengembangan media belajar interaktif mendukung SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Sementara peningkatan kemampuan pengelola dalam mengembangkan wisata edukasi berbasis masyarakat berkaitan dengan SDG 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Pertemuan antara pengalaman pengelola kebun dengan pendekatan edukasi dari kalangan akademisi muda tersebut diharapkan menjadi proses pembelajaran dua arah. Pengetahuan urban farming yang telah dimiliki kelompok tani menjadi bahan utama, kemudian dikembangkan melalui metode permainan agar lebih menarik dan mudah diikuti generasi anak-anak.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama