Pasuruan, – Harga daging sapi, ayam, dan telur ayam di Kabupaten Pasuruan terpantau masih stabil menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 Hijriah. Pemerintah daerah memastikan kondisi tersebut melalui kegiatan monitoring yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan di sejumlah pasar tradisional, Jumat (30/1/2026).
Monitoring harga ini menyasar beberapa pasar tradisional strategis di wilayah Kecamatan Bangil, Pandaan, hingga Purwosari. Petugas turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan harga sekaligus memastikan ketersediaan stok produk peternakan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat menjelang Ramadhan.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan, khususnya pada komoditas pangan strategis seperti daging dan telur.
Monitoring Rutin Jaga Stabilitas Harga
Kepala Bidang Peternakan DKP3 Kabupaten Pasuruan, Mukhamad Syaifi, menjelaskan bahwa monitoring harga merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap pekan. Tujuannya untuk memantau perkembangan harga sekaligus membandingkan kondisi pasar daerah dengan standar harga nasional.
“Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap seminggu sekali untuk melihat perkembangan harga produk-produk peternakan di pasar tradisional,” ujar Syaifi saat ditemui di sela kegiatan monitoring.
Menurutnya, pemantauan langsung ke lapangan menjadi langkah efektif untuk memastikan tidak ada gejolak harga yang merugikan masyarakat maupun pedagang. Selain itu, DKP3 juga dapat segera mengambil langkah jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar.
Harga Masih di Bawah Standar Nasional
Hasil monitoring menunjukkan bahwa harga produk peternakan di Kabupaten Pasuruan masih berada di bawah standar harga nasional. Untuk daging sapi murni, pedagang menjual dengan harga sekitar Rp120 ribu per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam berada di kisaran Rp27 ribu per kilogram dan daging ayam dijual seharga Rp32 ribu per kilogram.
“Setelah kami berkeliling ke beberapa pasar, dapat kami simpulkan bahwa seluruh produk peternakan masih dijual di bawah harga standar nasional,” tegas Syaifi.
Ia menilai kondisi tersebut cukup menggembirakan, mengingat permintaan biasanya mulai meningkat menjelang Ramadhan. Stabilitas harga ini juga menunjukkan bahwa distribusi dan stok produk peternakan di wilayah Kabupaten Pasuruan masih terjaga dengan baik.
Dorong Aktivitas Pasar Tradisional
Dengan harga yang relatif stabil dan pasokan yang mencukupi, DKP3 berharap aktivitas transaksi di pasar tradisional dapat terus meningkat. Pemerintah daerah juga mendorong masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional sebagai upaya menggerakkan perekonomian lokal.
“Mudah-mudahan semakin banyak warga yang datang ke pasar. Mari kita ramaikan pasar di wilayah kita masing-masing demi meningkatkan nilai perekonomian sekitar,” harap Syaifi.
Ia menambahkan, peran pasar tradisional sangat penting dalam menjaga kestabilan ekonomi masyarakat kecil, terutama menjelang momen besar seperti Ramadhan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan pangan.
Ke depan, DKP3 Kabupaten Pasuruan akan terus melakukan pengawasan secara intensif guna memastikan harga tetap terkendali hingga memasuki bulan puasa. Upaya ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjaga daya beli warga menjelang Ramadhan 1446 Hijriah.
Redaksi