Polantas Menyapa Dekatkan Satlantas Pasuruan dengan Warga


Pasuruan, - Polantas Menyapa menjadi langkah nyata Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan dalam memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat. Program ini dirancang untuk mendekatkan polisi lalu lintas dengan warga sekaligus menyerap aspirasi terkait kondisi dan permasalahan lalu lintas di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Sebagai agenda rutin, kegiatan ini dilaksanakan setiap pagi usai personel Satlantas menyelesaikan tugas pengaturan arus lalu lintas atau commander wish. Alih-alih langsung kembali ke markas, para petugas memilih turun ke tengah masyarakat, menyapa pengendara, pedagang, hingga tokoh lingkungan yang sedang beraktivitas. Pendekatan ini dilakukan secara santai, humanis, dan terbuka.

Ruang Dialog Dua Arah

Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Derie Fradesca menegaskan bahwa “Polantas Menyapa” merupakan bagian dari fungsi preemtif kepolisian. Program ini bertujuan membangun ruang dialog dua arah yang setara antara polisi dan masyarakat. Dengan komunikasi langsung, petugas dapat memahami kondisi lapangan secara aktual dan merespons kebutuhan warga dengan lebih cepat.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan Aipda Arifian menjelaskan bahwa program tersebut bukan sekadar tegur sapa. “Polantas Menyapa bukan hanya menyapa warga, tetapi juga menjadi wujud nyata program POLRI UNTUK MASYARAKAT. Kami ingin mendengarkan langsung keluhan, masukan, dan aspirasi warga terkait lalu lintas,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan.

Bahas Masalah Nyata di Jalan Raya

Dalam pelaksanaannya, dialog dilakukan melalui musyawarah sederhana namun tepat sasaran. Petugas dan warga membahas berbagai isu yang sering dihadapi di jalan raya. Topik yang dibicarakan meliputi informasi titik rawan kemacetan dan kecelakaan, kebutuhan perbaikan fasilitas jalan, penambahan rambu lalu lintas, hingga masukan terkait pelayanan kepolisian di lapangan.

Pendekatan ini membantu Satlantas memperoleh data sosial secara langsung. Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi dan dasar koordinasi dengan instansi terkait. Dengan begitu, solusi yang dirumuskan lebih relevan dengan kondisi riil di lapangan.

Humanis dan Edukatif

Melalui program “Polantas Menyapa”, Satlantas Polres Pasuruan mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif. Pola ini dinilai lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas dibandingkan penindakan hukum semata. Warga diajak memahami pentingnya keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas sebagai tanggung jawab bersama.

Diharapkan, kesamaan visi antara polisi dan masyarakat dapat terbangun dalam menjaga Harkamtibcar Lantas (Pemeliharaan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas). Kesadaran kolektif ini menjadi kunci utama menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Respons Positif Masyarakat

Kehadiran polisi di tengah masyarakat tanpa sekat birokrasi disambut positif oleh warga. Mereka merasa memiliki saluran komunikasi yang mudah diakses untuk menyampaikan kondisi lingkungan dan permasalahan lalu lintas. Warga juga menilai dialog langsung membuat polisi lebih memahami situasi sehari-hari yang dihadapi pengguna jalan.

Dengan konsistensi pelaksanaan “Polantas Menyapa”, Satlantas Polres Pasuruan berharap dapat meningkatkan kepercayaan publik, menekan angka kecelakaan, serta menjaga kenyamanan berkendara secara berkelanjutan. Program ini sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk hadir, mendengar, dan bertindak bersama masyarakat demi keselamatan di jalan raya. 

(Redaksi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama