Sidoarjo Tunjukkan Capaian Nyata di Usia ke-167
Sidoarjo, 31 Januari 2026
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167 tahun 2026 menjadi momentum refleksi
sekaligus afirmasi atas berbagai capaian pembangunan yang berhasil ditorehkan
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sepanjang tahun 2025.
Mengusung semangat
kolaborasi dan sinergi lintas sektor, Pemkab Sidoarjo menunjukkan komitmen kuat dalam
menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Salah satu capaian yang menjadi sorotan utama sekaligus kado spesial Hari Jadi
Sidoarjo ke-167 adalah Revitalisasi Alun-alun Sidoarjo.
Ruang publik kebanggaan
masyarakat ini ditata ulang agar lebih representatif, inklusif, dan fungsional sebagai pusat
interaksi sosial, ruang ekspresi budaya, serta ikon wajah baru kota Sidoarjo.
Revitalisasi
ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang publik yang
humanis dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
1. Penguatan SDM Lewat Program Beasiswa
Di sektor pendidikan, Pemkab Sidoarjo terus menegaskan komitmennya membangun
sumber daya manusia unggul melalui Program Beasiswa Kabupaten Sidoarjo, yang
merupakan bagian dari 14 Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati sebagaimana
tertuang dalam RPJMD.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 2.010 penerima manfaat telah menerima Beasiswa
Pendidikan Tinggi dan Keagamaan melalui lima kategori, mulai dari prestasi akademik
dalam dan luar negeri, prestasi non-akademik, mahasiswa kurang mampu, hingga bidang
keagamaan.
Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas OPD, yakni Sekretariat
Daerah Bagian Kesra, Dinas Sosial, serta Disporapar Kabupaten Sidoarjo.
Ke depan, pada tahun 2026 Pemkab Sidoarjo akan memperluas jangkauan manfaat
dengan Program Beasiswa Pendidikan Tinggi dan Beasiswa Yatim untuk jenjang
SD, SMP, dan SMA negeri maupun swasta, dengan total kuota 4.000 penerima
manfaat.
Infrastruktur sebagai Urat Nadi Perekonomian
Di bidang infrastruktur, Pemkab Sidoarjo mencatat lompatan signifikan melalui program
betonisasi jalan.
Hingga akhir 2025, sebanyak 13 ruas jalan sepanjang 12,67 kilometer
telah dibetonisasi, disertai rehabilitasi dua jembatan, guna meningkatkan daya tahan
jalan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi.
Memasuki tahun 2026, fokus perbaikan infrastruktur diperkuat melalui Program Pagu
Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) yang menyasar percepatan perbaikan jalan dan
infrastruktur skala kecil di 18 kecamatan.
Untuk mendukung program ini, setiap
kecamatan dilengkapi satu unit mobil pickup dan satu unit stamper guna mempercepat
penanganan jalan rusak.
Sementara itu, penanganan banjir terus dilakukan secara berkelanjutan melalui
normalisasi 10 sungai, optimalisasi drainase, serta percepatan pembangunan rumah
pompa di titik-titik rawan genangan.
3. Perlindungan Sosial dan Kesehatan yang Berkelanjutan
Pada sektor sosial, kolaborasi Pemkab Sidoarjo bersinergi dengan Baznas berhasil
merehabilitasi 450 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di 18
kecamatan.
Selain itu, pemerintah daerah juga sigap menangani kondisi darurat, dengan
membangun kembali 33 rumah pasca atap ambruk dan 17 rumah pasca kebakaran.
Di sektor kesehatan, sebanyak 1.004 jamban sehat dibangun sepanjang 2025 sebagai
bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pencegahan stunting.
Atas
capaian tersebut, Kabupaten Sidoarjo meraih Penghargaan STBM Kategori Madya
Tingkat Nasional.
Komitmen penurunan stunting juga diwujudkan melalui kenaikan 100 persen insentif
kader posyandu, serta pemberian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Hingga
akhir 2025, Kabupaten Sidoarjo berhasil mempertahankan Universal Health Coverage
(UHC) dengan tingkat keaktifan peserta JKN sebesar 80,87 persen atau sekitar 1,7 juta
jiwa, dan kembali meraih UHC Award Kategori Madya pada awal 2026.
4. Iklim Investasi Tumbuh Positif
Di sektor perekonomian, realisasi investasi Kabupaten Sidoarjo tahun 2025 mencapai Rp
18,89 triliun,(redaksi)