Sidoarjo, 24 Februari 2026 – Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah mobil pick up bermuatan keramik terjadi di Dusun Banjaranyar, Desa Singkalan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Jumat (20/2/2026) dini hari sekitar pukul 03.01 WIB. Kendaraan tersebut diduga oleng dan hilang kendali sebelum akhirnya menabrak halte Trans Jatim yang berada di tepi Jalan Singkalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, sopir pick up diduga mengantuk saat melintas sehingga kendaraan keluar jalur dan langsung menyeruduk bangunan halte. Benturan keras mengakibatkan halte roboh dan mengalami kerusakan cukup parah.
Material bangunan berupa rangka besi, atap, serta serpihan kaca pecah berserakan di badan jalan hingga menutup sebagian akses jalan lingkungan warga. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan membahayakan pengguna jalan yang melintas di kawasan Desa Singkalan.
Pada Rabu sore (25/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, seorang pengendara sepeda motor bersama anaknya dilaporkan terjatuh saat melintas di lokasi kejadian. Diduga insiden tersebut terjadi karena jalan menyempit akibat halte yang roboh dan belum dievakuasi.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, insiden susulan itu menambah kekhawatiran warga sekitar.
Selain puing-puing bangunan yang belum dibersihkan, kabel listrik di area halte dilaporkan masih dalam kondisi menyala hingga lima hari pascakejadian. Warga khawatir kondisi tersebut dapat memicu korsleting listrik yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Situasi ini pun dinilai terkesan pembiaran karena belum ada penanganan menyeluruh dari pihak terkait, termasuk evaluasi teknis terhadap fasilitas yang rusak. Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya pembongkaran total maupun perbaikan dari Dinas Perhubungan setempat. Lambatnya respons dinilai membuat kondisi di sekitar lokasi semakin membahayakan serta sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan dan warga sekitar.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama dinas terkait segera melakukan evaluasi dan penanganan cepat terhadap halte yang rusak, mengingat fasilitas tersebut merupakan bagian dari sarana transportasi umum yang vital dan berada di jalur padat aktivitas warga.
Sementara itu, pihak berwenang dikabarkan masih melakukan pendataan serta penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan dan menghitung estimasi kerugian akibat kerusakan fasilitas umum tersebut. ( Redaksi)