Gresik, -Pelaku terduga pembacokan dalam bentrokan patroli sahur Kecamatan Panceng Gresik, Saifuddin alias Dien, berhasil ditangkap Polisi di Paciran Lamongan. Rumah terduga pelaku sempat dibakar massa.
Pelaku pembacokan ditangkap, Patroli sahur bentrokan, Polres Gresik tangkap tersangka, Massa bakar rumah pelaku, Bentrokan remaja dua desa
Pelaku pembacokan dalam insiden bentrokan patroli sahur di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, berhasil ditangkap pihak kepolisian. Satreskrim Polres Gresik meringkus pria bernama Saifuddin alias Dien (warga Desa Banyutengah) di wilayah Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, pada Jumat (27/2/2026) malam sekitar pukul 23.40 WIB.
Penangkapan Berhasil Dilakukan Berkat Informasi Masyarakat
Tim Resmob Polres Gresik mengambil langkah cepat setelah memperoleh informasi akurat dari masyarakat terkait lokasi persembunyian pelaku. Pelaku ditemukan di kawasan perbatasan Gresik-Lamongan dan diamankan dengan didampingi keluarga terdekat sebelum langsung dibawa ke Mapolres Gresik untuk proses pemeriksaan lebih mendalam.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya membenarkan detail penangkapan tersebut. “Kami terus melacak jejak pelaku sejak insiden terjadi. Informasi dari masyarakat menjadi kunci keberhasilan penangkapan ini,” jelasnya dalam keterangan resmi pada Sabtu (28/2/2026).
Insiden Berawal dari Lemparan Bom Air Plastik
Bentrokan yang melibatkan kelompok remaja dari Desa Banyutengah dan Desa Campurejo terjadi pada Jumat (27/2/2026) dini hari saat kegiatan patroli sahur di wilayah perbatasan desa. Situasi awalnya kondusif berubah menjadi tidak terkendali setelah terjadi aksi saling lempar bom air plastik antar kelompok.
Ketegangan yang muncul kemudian berkembang menjadi adu mulut sebelum berujung pada tawuran fisik. Dalam perkelahian tersebut, Saifuddin diduga menggunakan senjata tajam jenis pedang untuk menyerang anggota kelompok lawan. Dua pemuda asal Desa Campurejo mengalami luka serius akibat serangan tersebut.
Dua Pemuda Tertimpa Luka, Rumah Terduga Pelaku Dibakar Massa
Korban yang terkena dampak serangan pelaku adalah M. Ruhul Madani (25) yang mengalami luka gores di bagian tubuh atas, serta Agung Wahyu Pratama (24) yang harus menjalani perawatan intensif akibat luka robek serius di bagian perut. Kedua korban segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebelum pelaku berhasil ditangkap, massa yang tersulut emosi sempat mendatangi rumah Saifuddin di Desa Banyutengah. Karena tidak menemukan pelaku di lokasi tersebut, massa kemudian mencari ke rumah lain di Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran. Ketika upaya pencarian juga tidak menghasilkan hasil, emosi massa meledak dan mereka membakar rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku.
Polisi Teliti Motif, Situasi Dijaga Kondusif
Tim penyidikan Polres Gresik saat ini fokus melakukan pendalaman untuk mengetahui motif pasti penggunaan senjata tajam dalam kegiatan patroli sahur yang seharusnya bertujuan menjaga keamanan lingkungan. Aparat keamanan juga telah meningkatkan patroli di wilayah sekitar Desa Banyutengah dan Desa Campurejo untuk memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah terjadinya tindakan balas dendam.
“Kami akan mengklarifikasi setiap detail peristiwa, termasuk alasan pelaku menggunakan senjata tajam. Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah prioritas utama kami,” tutup AKP Arya Widjaya.
Dampak sosial dari insiden ini juga mendorong tokoh masyarakat kedua desa untuk melakukan dialog terbuka guna memperkuat hubungan antarwarga dan mencegah terulangnya konflik serupa di masa depan.
Redaksi