SIDOARJO, 1 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo resmi memindahkan kegiatan Car Free Day (CFD) dari Jalan Ponti ke kawasan Alun-Alun Sidoarjo. Relokasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam penataan ruang publik sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM.
Pelaksanaan CFD perdana di lokasi baru tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Sidoarjo (Harjasda) ke-167. Ribuan warga terlihat memadati kawasan Alun-Alun hingga Jalan Ahmad Yani dan Jalan Gajah Mada sejak pukul 06.00 WIB.
PEDALINDO Apresiasi, Minta Evaluasi
Ketua DPD PEDALINDO Sidoarjo, Sunyoto, mengapresiasi kebijakan Pemkab Sidoarjo yang memberikan ruang usaha bagi pedagang kaki lima di pusat kota. Menurutnya, lokasi Alun-Alun memiliki potensi besar untuk meningkatkan omzet dan visibilitas pelaku UMKM.
Namun demikian, evaluasi tetap diperlukan. Junius Bram, Founder sekaligus Ketua Umum PEDALINDO, menyatakan masih terdapat sekitar 200 pedagang eks CFD Jalan Ponti yang belum terakomodasi di lokasi baru.
“Kami mengapresiasi relokasi ini, tetapi masih ada sekitar 200 anggota kami yang hingga saat ini belum mendapatkan tempat berjualan di CFD Alun-Alun,” kata Bram, Minggu (1/2/2026).
Data Pedagang dan Keterbatasan Lahan
Bram menjelaskan, total anggota PEDALINDO di Jalan Ponti mencapai 3.700 orang, terdiri dari 700 Pedagang Tetap (PT) dan 3.000 Pedagang Tidak Tetap (PTT). Dalam rapat koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM, kuota pedagang tetap yang diajukan sebanyak 700 orang, namun karena keterbatasan lahan hanya 502 pedagang yang dapat difasilitasi.
“Faktanya, pada hari pertama CFD Alun-Alun, sekitar 200 pedagang yang telah melalui proses seleksi masih belum mendapatkan ruang berjualan. Padahal kegiatan ini hanya berlangsung satu kali dalam sepekan,” ujarnya.
Harapan Perluasan Area
PEDALINDO berharap Pemkab Sidoarjo dapat mempertimbangkan perluasan area CFD, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
“Banyak warga yang berusaha mandiri tanpa membebani anggaran daerah. Kami berharap ada kebijakan yang lebih inklusif karena seluruh pedagang tersebut merupakan warga Sidoarjo,” tambah Bram.
CFD Jadi Ruang Publik Terpadu
Selain menjadi ruang ekonomi, CFD Alun-Alun juga dimanfaatkan sebagai pusat layanan publik. Sejumlah layanan seperti pemeriksaan kesehatan gratis, perizinan keliling, serta fasilitas ramah anak dan lansia disediakan bagi masyarakat.
Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Perhubungan dan Satpol PP memastikan pengaturan lalu lintas dan kantong parkir akan terus dievaluasi untuk menjaga kenyamanan pengunjung dan kelancaran aktivitas kota.
Relokasi CFD ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik di Kabupaten Sidoarjo.(Redaksi)