Inilah jebakan pikiran yang sering membuat seseorang gagal berkembang



Banyak manusia hidup dalam ketakutan yang sebenarnya tidak nyata. Takut dinilai. Takut dipermalukan. Takut terlihat gagal. Takut menjadi bahan pembicaraan. Akibatnya mereka menahan dirinya sendiri, tidak berani mencoba, tidak berani memulai, dan terus hidup di bawah bayang-bayang opini manusia. Padahal sebagian besar orang terlalu sibuk memikirkan hidupnya sendiri sampai tidak benar-benar punya waktu untuk terus memikirkanmu.

Inilah jebakan pikiran yang sering membuat seseorang gagal berkembang. Ia merasa semua mata tertuju padanya. Setiap kesalahan terasa seperti bencana besar. Setiap kegagalan terasa akan diingat semua orang selamanya. Padahal kenyataannya, dunia tidak seberpusat itu pada diri kita. Manusia datang, melihat sebentar, lalu kembali sibuk dengan urusan dan kecemasannya masing-masing.

Para sufi memahami bahwa salah satu bentuk penjara terbesar adalah terlalu sibuk memikirkan bagaimana dirimu terlihat di mata manusia. Ketika hidup dikendalikan oleh rasa takut terhadap penilaian orang lain, seseorang kehilangan kebebasannya sendiri. Ia tidak lagi hidup berdasarkan suara hatinya, tetapi berdasarkan dugaan tentang apa yang mungkin dipikirkan orang lain tentang dirinya.

Masalahnya, pikiran manusia sering melebih-lebihkan perhatian dunia terhadap dirinya. Dalam psikologi, ini dikenal sebagai kecenderungan merasa diri menjadi pusat perhatian, padahal orang lain sebenarnya tidak terlalu memikirkan kita sebanyak yang kita bayangkan. Akibatnya seseorang terus hidup dalam kecemasan sosial yang melelahkan.

Karena itu para sufi melatih dirinya untuk melepaskan kebutuhan menjadi pusat perhatian manusia. Mereka tidak lagi terlalu sibuk membangun citra, terlalu takut dipermalukan, atau terlalu khawatir tentang bagaimana semua orang memandang dirinya. Sebab mereka sadar, manusia mudah lupa. Hari ini orang mungkin berbicara tentangmu, besok mereka sibuk dengan masalah mereka sendiri.

Yang lebih penting bagi para sufi adalah bagaimana keadaan hati mereka di hadapan Allah, bukan bagaimana citra mereka di hadapan manusia. Ketika seseorang terlalu sibuk memikirkan penilaian manusia, hidupnya akan habis untuk kecemasan yang sebenarnya tidak perlu. Tetapi ketika ia mulai sadar bahwa tidak semua orang memikirkannya sebesar itu, ada kebebasan besar yang mulai lahir di dalam jiwanya.

Dan mungkin, alasan kamu belum berani hidup sepenuhnya bukan karena dunia benar-benar menghalangimu, tetapi karena kamu terlalu lama takut pada penilaian manusia yang sebenarnya bahkan tidak terlalu memikirkanmu.

Kalau hari ini kamu berhenti takut terhadap opini manusia dan sadar bahwa kebanyakan orang terlalu sibuk dengan hidupnya sendiri, apa hal yang sebenarnya sudah lama ingin kamu lakukan tanpa terus memikirkan siapa yang melihatmu?

#motivation #inspiration

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama