POJOKPAS Tabur Bunga, Doakan Driver Online Korban Kecelakaan

Pasuruan,  – POJOKPAS tabur bunga dan doa bersama untuk mengenang almarhum Taufik Hidayat sebelum keberangkatan puluhan driver online menuju Surabaya dalam Aksi Damai GERANAT'S JATIM 20 Mei 2026, Rabu (20/5/2026). 

Kegiatan tersebut digelar oleh komunitas Paguyuban Ojek Online Kota Pasuruan (POJOKPAS) bersama PDOI DPC Pasuruan sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja lapangan.

Acara berlangsung di dua lokasi berbeda. 

Pelepasan peserta aksi dilakukan di Kantor Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, sedangkan prosesi tabur bunga dilaksanakan di lokasi kecelakaan kerja yang menewaskan almarhum Taufik Hidayat, tepatnya di depan Indomaret Kraton, Jalan Raya Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Ketua POJOKPAS, Muhammad Yunus, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama puluhan anggota driver online yang akan berangkat menuju Surabaya.

Penghormatan untuk Driver Online
Muhammad Yunus mengatakan, kegiatan tabur bunga bukan sekadar seremoni organisasi. Menurutnya, prosesi itu menjadi simbol penghormatan terhadap driver online yang meninggal dunia saat bekerja mencari nafkah di jalan raya.

“Hari ini kami tabur bunga sebagai simbol penghormatan untuk Mas Taufik sebelum kami berangkat aksi ke Surabaya. Beliau gugur saat mencari nafkah. Kami tidak ingin ada lagi kejadian yang sama dialami driver online lain di Pasuruan,” ujar Muhammad Yunus.

Ia menjelaskan, profesi pengemudi ojek online memiliki risiko tinggi karena setiap hari berada di jalan dalam berbagai kondisi cuaca dan lalu lintas. Karena itu, pihaknya menilai perlindungan jaminan sosial menjadi kebutuhan mendesak bagi seluruh driver online.

Selain doa bersama, peserta juga melakukan refleksi singkat di lokasi kecelakaan sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama pengemudi online.

Dorong Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Yunus menegaskan bahwa POJOKPAS bersama PDOI DPC Pasuruan akan mendorong seluruh driver online mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah (BPU).

Ia bahkan mengimbau seluruh anggota komunitas untuk segera memiliki perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

“Saya mewajibkan seluruh anggota POJOKPAS dan mengimbau seluruh driver online di Pasuruan untuk segera mendaftar BPJS Ketenagakerjaan BPU. Ini bukan pilihan, tapi kebutuhan. Jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja adalah hak dasar kami sebagai pekerja lapangan. Jangan tunggu celaka baru menyesal,” tegasnya.

Menurut Yunus, tuntutan terkait perlindungan sosial tersebut juga akan menjadi salah satu aspirasi yang dibawa peserta asal Pasuruan dalam aksi GERANAT'S JATIM di Surabaya.

Sebanyak 50 driver online dari Pasuruan dijadwalkan mengikuti aksi damai tersebut dengan pengawalan koordinator lapangan.
Komitmen Aksi Damai dan Tertib

POJOKPAS dan PDOI DPC Pasuruan memastikan seluruh peserta aksi tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama perjalanan hingga kembali ke Pasuruan. 

Seluruh anggota telah mendapatkan arahan untuk mematuhi aturan lalu lintas dan menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Kami berangkat dengan tertib, damai, dan bermartabat. Kami ingin pemerintah dan aplikator mendengar bahwa driver online juga membutuhkan kesejahteraan dan perlindungan jaminan sosial,” kata Muhammad Yunus.

Kegiatan tabur bunga dan doa bersama itu mendapat perhatian masyarakat sekitar karena dinilai membawa pesan solidaritas sekaligus kepedulian terhadap keselamatan kerja pengemudi online. Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa risiko kerja di jalan raya membutuhkan dukungan perlindungan sosial yang lebih kuat bagi para driver online di Pasuruan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama