SIDOARJO – Berawal dari hobi merajut yang dilakukan di rumah, kini usaha Erna Rajut milik Erna (38), warga Desa Candi Pari RT 01 RW 02, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berkembang menjadi salah satu UMKM yang mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Produk kerajinan buatannya tidak hanya diminati konsumen dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga telah dipasarkan ke Bali, Belanda, dan Rusia.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa produk UMKM lokal mampu bersaing di pasar global apabila dikelola dengan ketekunan, kreativitas, dan menjaga kualitas produk secara konsisten.Minggu,(19/7/2026).
Berawal dari Hobi Menjadi Peluang Usaha
Bu Erna memulai usaha rajut dari rumah dengan modal keterampilan yang dipelajarinya secara bertahap. Seiring meningkatnya permintaan, ia terus mengembangkan variasi produk dan memperbaiki kualitas hasil kerajinan.
Saat ini, Erna Rajut memproduksi berbagai kerajinan tangan berbahan benang rajut, mulai dari tas rajut, sepatu rajut, dompet rajut, aksesori, hingga berbagai produk handmade lainnya yang dibuat secara manual dengan sentuhan kreativitas dan ketelitian tinggi.
Setiap produk dikerjakan dengan proses yang teliti sehingga menghasilkan kualitas yang mampu bersaing dengan produk sejenis di pasaran.
Pesanan Datang dari Berbagai Daerah hingga Mancanegara
Kepercayaan pelanggan terus meningkat dari tahun ke tahun. Produk Erna Rajut kini telah dikirim ke berbagai kota di Indonesia dan berhasil menembus pasar luar negeri, di antaranya Belanda dan Rusia.
Menurut Bu Erna, pencapaian tersebut tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang dengan menjaga kualitas produk serta pelayanan kepada pelanggan.
"Alhamdulillah, pesanan datang dari berbagai daerah di Indonesia. Produk kami juga sudah dikirim ke Bali, Belanda, hingga Rusia. Kami juga menerima siapa saja yang ingin belajar merajut agar bisa memiliki keterampilan dan membuka usaha sendiri," ujar Bu Erna.
Aktif Berbagi Ilmu Melalui Pelatihan Merajut.
Selain memproduksi berbagai kerajinan tangan, Bu Erna juga membuka pelatihan belajar merajut bagi masyarakat yang ingin memiliki keterampilan baru.
Pelatihan tersebut diikuti oleh berbagai kalangan, terutama ibu rumah tangga dan generasi muda yang ingin memperoleh penghasilan tambahan melalui usaha kreatif.
Menurutnya, berbagi ilmu merupakan salah satu bentuk kepedulian agar semakin banyak masyarakat yang mampu mandiri secara ekonomi melalui keterampilan merajut.
Pernah Mengikuti Program PPEJP BRI Peduli di Jakarta
Perjalanan usaha Erna Rajut juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya dengan kesempatan mengikuti program PPEJP BRI Peduli di Jakarta.
Melalui kegiatan tersebut, Bu Erna memperoleh pengalaman baru dalam pengembangan usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkenalkan produk rajut khas Kabupaten Sidoarjo kepada masyarakat yang lebih luas.
Keikutsertaan dalam program tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Hasil Usaha Rajut Mengantarkan Berangkat Umrah
Kerja keras yang dijalani selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Dari usaha rajut yang dikerjakan secara manual, Bu Erna berhasil mewujudkan impiannya menunaikan ibadah Umrah pada Januari 2026.
Baginya, keberangkatan ke Tanah Suci merupakan salah satu nikmat terbesar yang diperoleh dari usaha yang dirintis dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
"Alhamdulillah, dari hasil usaha rajut yang saya kerjakan secara manual ini, saya bisa berangkat menunaikan ibadah Umrah pada Januari 2026. Ini menjadi berkah dan motivasi bagi saya untuk terus berkarya," tuturnya.
Berharap Dukungan Pemkab Sidoarjo
Meski produknya telah menembus pasar internasional, Bu Erna berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dapat memberikan perhatian lebih kepada pelaku UMKM, khususnya dalam bidang pemasaran.
Ia berharap adanya fasilitasi berupa keikutsertaan dalam pameran, promosi digital, pelatihan pemasaran, hingga membuka akses ekspor sehingga produk-produk UMKM Sidoarjo semakin dikenal di pasar dunia.
"Harapan kami, Pemkab Sidoarjo dapat memfasilitasi pemasaran produk UMKM melalui pameran, promosi digital, hingga akses pasar ekspor.
Dengan dukungan tersebut, kami yakin semakin banyak UMKM Sidoarjo yang bisa berkembang dan membawa nama daerah ke tingkat dunia," harapnya.
Menjadi Inspirasi UMKM Sidoarjo.
Kisah sukses Bu Erna menjadi bukti bahwa keterampilan sederhana yang ditekuni dengan penuh kesabaran dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Di usia 38 tahun, ia berhasil mengembangkan usaha rumahan menjadi UMKM yang dikenal hingga luar negeri sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pelatihan merajut.
Keberhasilan Erna Rajut diharapkan dapat menginspirasi pelaku UMKM lainnya untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memanfaatkan peluang pasar digital dan ekspor.
Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, UMKM lokal diyakini akan semakin mampu menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo di tingkat nasional maupun internasional.