Pasuruan - Rutan Kelas IIB Bangil melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) yang digelar di Aula Rutan Kelas IIB Bangil pada hari Jumat (25/09). Sidang ini merupakan agenda rutin dalam rangka membahas usulan integrasi, penyelesaian keterlambatan administrasi, serta perbaikan data remisi bagi warga binaan pemasyarakatan di lingkungan Rutan Kelas IIB Bangil.
Sidang TPP dipimpin langsung oleh Robi Setiawan Tridesia selaku Ketua Sidang TPP, didampingi oleh Sekretaris beserta seluruh anggota Sidang TPP. Turut hadir secara virtual melalui aplikasi Zoom, Yuningseh dari Bidang Pembinaan dan Pengentasan Anak (PK) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, serta Ibu Ana selaku perwakilan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Malang.
Sidang tersebut diikuti oleh sebanyak 14 warga binaan pemasyarakatan beserta 2 orang penjamin yang hadir untuk memenuhi persyaratan administratif terkait proses integrasi. Pembahasan dalam sidang meliputi tiga hal utama, yaitu pengusulan program integrasi, penyelesaian kendala keterlambatan administrasi, serta perbaikan data pengajuan remisi masing-masing warga binaan yang menjadi peserta sidang.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Rutan Kelas IIB Bangil dalam mendukung proses pembinaan yang transparan dan akuntabel, sekaligus memastikan hak-hak warga binaan terkait program integrasi dan remisi dapat terpenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Koordinasi lintas instansi melalui kehadiran perwakilan Kanwil Ditjenpas Jatim dan Bapas Malang secara daring juga menjadi bagian penting untuk menyinkronkan data dan mempercepat proses tindak lanjut usulan.
Menanggapi pelaksanaan sidang tersebut, Ketua TPP Rutan Kelas IIB Bangil, Robi Setiawan Tridesia, menyampaikan bahwa sidang TPP ini menjadi momentum penting untuk memastikan setiap usulan integrasi dan remisi warga binaan diproses secara cermat dan tepat waktu. "Kami berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan administrasi agar hak-hak warga binaan dapat terpenuhi dengan baik, tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas dalam setiap keputusan yang diambil," ujarnya.