PASURUAN – Hampir setiap hari masyarakat Kabupaten Pasuruan disuguhi pemberitaan mengenai jajaran Polres Pasuruan hingga tingkat Polsek yang turun ke sawah. Mulai dari mendampingi petani, mengecek tanaman padi, hingga mendukung program ketahanan pangan nasional. Publikasi tersebut terus menghiasi berbagai media dan media sosial.
Namun di balik ramainya pemberitaan sektor pertanian, muncul pertanyaan yang mulai ramai diperbincangkan masyarakat: di mana berita mengenai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat?
Masyarakat tentu tidak menolak program ketahanan pangan. Namun, yang menjadi sorotan adalah kesan bahwa publikasi kegiatan pertanian jauh lebih dominan dibandingkan informasi mengenai patroli malam, pemberantasan kriminalitas, penindakan premanisme, balap liar, pencurian, hingga upaya menciptakan rasa aman bagi warga.
Padahal, masyarakat setiap hari berhadapan dengan persoalan keamanan yang nyata. Mereka ingin mengetahui langkah konkret kepolisian dalam mencegah tindak kejahatan, mengungkap kasus, serta menjamin keamanan lingkungan. Sayangnya, narasi tersebut dinilai tidak sekuat publikasi kegiatan di sawah.
Timbul kesan seolah citra kepolisian lebih banyak dibangun melalui kegiatan seremonial dan pendampingan pertanian daripada memperlihatkan keberhasilan menjaga situasi kamtibmas. Persepsi seperti ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang perlu dijawab melalui komunikasi publik yang lebih berimbang.
Kepolisian memang memiliki peran mendukung program strategis pemerintah. Namun, dukungan itu tidak boleh mengaburkan fungsi utama institusi sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, sekaligus penegak hukum.
Publik tidak hanya ingin melihat polisi memegang cangkul di tengah sawah. Publik juga ingin melihat polisi hadir di jalanan saat malam hari, sigap merespons laporan warga, memberantas pelaku kejahatan, dan memastikan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut.
Opini ini bukan untuk meremehkan program ketahanan pangan, melainkan sebagai kritik konstruktif agar komunikasi publik Polres Pasuruan lebih mencerminkan keseimbangan tugas kepolisian. Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah institusi bukan hanya diukur dari seberapa sering tampil di pemberitaan, melainkan dari seberapa besar rasa aman yang benar-benar dirasakan masyarakat.