Polsek Bugul Kidul dan Bhayangkari Santuni Anak Yatim di Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H


PASURUAN — Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi, Polsek Bugul Kidul bersama Bhayangkari Ranting Bugul Kidul Cabang Pasuruan Kota menggelar kegiatan santunan anak yatim, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan berlangsung di Mako Polsek Bugul Kidul, Jalan Hos Cokroaminoto No. 3, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Acara dimulai sekitar pukul 09.05 WIB dan diikuti jajaran kepolisian, Bhayangkari, pengasuh pondok pesantren, serta anak-anak yatim piatu.

Kapolsek Bugul Kidul, Kompol Hudi Supriyanto, S.H., M.H., hadir bersama Ketua Pengurus Bhayangkari Ranting Bugul Kidul, Ny. Maria Hudi Supriyanto. Turut hadir 17 personel Polsek Bugul Kidul, 15 anggota Bhayangkari, Pengasuh Ponpes Al Muttaqin Kelurahan Bugul Lor, Gus Imam, serta 10 anak yatim piatu dari pondok pesantren tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa yang dipimpin Gus Imam. Selanjutnya, Kapolsek Bugul Kidul menyampaikan sambutan mengenai pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Menurut Kompol Hudi, nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW, seperti siddiq, amanah, fathonah, dan tabligh, sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai anggota Kepolisian.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya kita jadikan sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang, memahami dan meneladani akhlak serta sifat-sifat mulia Rasulullah SAW,” pesan Kompol Hudi dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, santunan kepada anak yatim merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus upaya menumbuhkan rasa empati dan kasih sayang.

“Semoga kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian kita kepada sesama sekaligus sarana untuk menumbuhkan rasa empati, kasih sayang dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Sementara itu, dalam tausiyah atau mauidoh hasanah, Gus Imam mengajak seluruh peserta untuk meneladani sifat Rasulullah SAW, terutama dalam hal kejujuran, amanah, menjaga lisan dan memiliki rasa malu untuk melakukan perbuatan yang tidak baik.

Ia menegaskan bahwa kejujuran merupakan salah satu fondasi penting dalam kehidupan. Nilai tersebut juga dinilai sangat relevan dengan pelaksanaan tugas anggota Kepolisian yang dituntut menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Gus Imam juga mengingatkan pentingnya menjaga ucapan. Menurutnya, seorang muslim hendaknya mampu mengendalikan lisannya agar tidak menyakiti orang lain, menyebarkan fitnah maupun memicu permusuhan.

Selain itu, sifat malu juga dinilai menjadi bagian penting dari akhlak. Rasa malu yang dimaksud bukan berarti takut, melainkan dorongan untuk menjauhi perbuatan buruk dan menjaga kehormatan diri.

Pesan tersebut juga dikaitkan dengan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian. Setiap anggota Polri diharapkan mampu menjaga perilaku, integritas dan kewenangannya sehingga kepercayaan publik tetap terpelihara.

Setelah tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 10 anak yatim piatu dari Ponpes Al Muttaqin. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama, ramah tamah dan ditutup.

Kegiatan santunan berakhir sekitar pukul 10.10 WIB. Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif.

Momentum Maulid Nabi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk terus mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama